Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data serta mengidentifikasi kemungkinan pengurangan jumlah antrean.
"Kami akan melakukan audit ulang untuk memastikan apakah angka tersebut benar. Bisa jadi jumlahnya tidak sebanyak itu, dan ada beberapa faktor yang dapat menguranginya," ujar Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf, di Jakarta, Kamis 27 Februari 2025.
Meski demikian, Irfan mengatakan antrean haji juga bergantung dengan jatah kuota dari pemerintah Arab Saudi.
Irfan juga menyoroti visi negara itu untuk meningkatkan kapasitas jamaah haji menjadi 5 juta orang pada tahun 2030, atau dua kali lipat dari jumlah saat ini.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka kuota haji Indonesia juga berpotensi meningkat signifikan, yang akan berdampak pada pemangkasan waktu tunggu jamaah.
"Kalau itu terlaksana berarti juga kuota kita akan 2 kali lipat. Dan itu akan mengurangi antrean yang cukup panjang. Tapi tetap pertanyaannya siapkah kita? Jadi kalau kita sudah siap, kita pasti akan berusaha menambah," tuturnya.
BERITA TERKAIT: