"Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan optimal dan menjadi komitmen kita semua untuk siap jaga Jakarta sepanjang tahun. Tidak hanya di musim hujan saja, karena ancaman banjir atau rob bisa datang di setiap saat," kata Rano.
Lebih lanjut, Rano mengatakan, sebanyak 13 aliran sungai akan dilakukan pengerukan dan bendungan akan diperdalam.
Rano menilai, sebagai infrastruktur pengendali banjir, pemeliharaan sungai dan waduk dapat menambah kapasitas tampungan air, serta mengalirkan debit air dengan baik saat hujan.
Rano juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memasang alat pelacak (tracking) pada alat berat, agar saat bekerja di setiap titik sungai atau waduk dapat dimonitor setiap saat.
"Jadi dampak dari pengerukan sungai (kali) dan waduk ini untuk memperlancar aliran, serta menambah tampungan. Sehingga dapat mengurangi limpasan air saat terjadi hujan lebat," kata Rano.
Sebanyak 1.000 personel dari Dinas SDA DKI Jakarta dan 500 personel Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air hadir dalam apel di Waduk Pluit.
Adapun apel yang diikuti secara daring oleh personel di wilayah lainnya, yaitu di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur; Waduk Lebak Bulus, Jakarta Selatan; Kali Mookervart Jakarta Barat; Kali Ciliwung, Jakarta Pusat; dan Taman Milenial, Kantor Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu.
BERITA TERKAIT: