Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta upacara dan tamu undangan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta pejabat daerah.
Setelah pembacaan teks Proklamasi, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) dari Jagoi Babang.
Usai pengibaran bendera, Makhruzi Rahman menyampaikan amanat dengan membacakan teks pidato dari Menteri Dalam Negeri yang juga merupakan Kepala BNPP.
Dalam pidatonya, disampaikan pentingnya menjaga kedaulatan wilayah perbatasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
"Wilayah perbatasan adalah wajah terdepan Indonesia. Kita harus memastikan bahwa wilayah ini tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga sejahtera dan makmur bagi seluruh warganya," ujar Makhruzi dalam amanatnya.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penampilan tari kolosal Bhinneka Tunggal Ika yang dipersembahkan oleh para pelajar dan masyarakat setempat.
Selanjutnya, Makhruzi Rahman memberikan sertifikat piagam penghargaan kepada para anggota Paskibra, pelatih, komandan upacara, serta panitia HUT Kemerdekaan RI ke-79.
Sebagai bagian dari perayaan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah yang ditujukan untuk masyarakat kawasan perbatasan.
Peringatan HUT ke-79 RI di PLBN Jagoi Babang tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan dan memperkokoh persatuan bangsa di wilayah perbatasan.
BERITA TERKAIT: