Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Penangkapan Ikan Ilegal Ancam Ekosistem Laut Aceh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jonris-purba-1'>JONRIS PURBA</a>
LAPORAN: JONRIS PURBA
  • Selasa, 06 Februari 2024, 22:45 WIB
Penangkapan Ikan Ilegal Ancam Ekosistem Laut Aceh
Diskusi bertajuk "Ilegal Fishing dan Kerusakan Terumbu Karang di Aceh" di Sekretariat Forum Jurnalis Lingkungan Aceh/RMOLAceh


Koordinator Jaringan KuALA Aceh, Gemal Bakri, mengatakan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal akan mengancam ekosistem laut Aceh. Seperti menggunakan bahan peledak dan racun mengancam yang menyebabkan kematian berbagai jenis biota laut.  

"Sampai hari ini permasalahan tentang kerusakan laut semakin kencang dirasakan nelayan. Mereka susah dalam menangkap ikan," kata Gemal, dalam diskusi bertajuk "Ilegal Fishing dan Kerusakan Terumbu Karang di Aceh" di Sekretariat Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, Banda Aceh, Selasa (6/2).

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, kata Gemal, kapal dari Sibolga kerap menggunakan pukat harimau dan bom ikan untuk mengambil ikan di perairan laut Aceh. Hal ini berdampak pada jangkauan daya tangkap nelayan Aceh yang semakin meluas.

"Nelayan kita sering menemukan kapal dari tetangga (Sumatera Utara) menangkap ikan di Perairan Aceh tapi mereka enggan menindaklanjuti mereka," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOLAceh

Marine Specialist Fauna Flora international Program Aceh, Rahmad Dirgantara mengatakan di Aceh, penangkapan ikan secara ilegal dengan cara merusak lingkungan juga terjadi dilakukan oleh beberapa nelayan.

Mereka menangkap ikan dengan cara mengebom, memberi racun, kompresor, dan jaring trawl. "Penggunaan kompresor membahayakan keselamatan dan kesehatan nelayan serta kerusakan bagi ekosistem laut di Aceh," kata Rahmad.

Rahmad mengatakan kerusakan terumbu karang di Aceh pun bukan lagi sekadar ancaman. Ia mencontohkan terumbu karang di Pulo Aceh, Aceh Besar sudah banyak yang hancur.

Akibatnya, tidak banyak lagi anak-anak ikan yang bisa dijumpai karena terumbu karang sudah mati dan berlumut. Selain tidak hanya kerusakan ekosistem, masyarakat nelayan pun juga paling merasakan dampaknya.

Jumlah pendapatan nelayan turun karena sulit mendapatkan ikan dan membutuhkan ongkos lebih untuk menangkap ke wilayah yang lebih jauh. Ia berharap nelayan bisa tetap melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan ramah lingkungan.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, Perairan Aceh dilanda kehancuran, kita  mendorong perairan Aceh segera pulih dengan menurunkan aktivitas penangkapan ikan yang merusak," ujarnya.[R]


EDITOR: JONRIS PURBA
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA