Hal itu disampaikan CEO PT Reciki Mantap Jaya sekaligus pengelola TPST Samtaku Jimbaran, Bhima Aries Diyanto dalam merespons persoalan sampah dan bau sampah di wilayah Jimbaran, Bali.
“Sampah rumah tangga secara natural baunya kan tidak sedap,” ujar Bhima dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/6).
Aroma tak sedap itu juga dikarenakan
collection system yang tidak dilakukan secara periodik. Truk-truk sampah terlalu lama mengambil sampah yang sudah menumpuk di masyarakat.
Sejatinya, sampah dari warga harus diambil setiap hari dan diolah di hari yang sama. Perbandingan pengangkutan juga minimal 4 truk untuk 10 ton sampah.
"Tapi faktanya cuma ada satu kendaraan yang tersedia. Itu yang menyebabkan sampah-sampah warga diambilnya 4 hari sekali sehingga berbau sebelum dibawa ke TPST,” jelasnya.
Di sisi lain, Reciki selaku operator TPST Samtaku Jimbaran memastikan akan memperhatikan dan merespons keluhan dari warga.
“Setiap ada keluhan dan komplain dari masyarakat, itu sebenarnya pemerintah juga turut langsung melakukan supervisi, monitoring, dan lain sebagainya,” urainya.
BERITA TERKAIT: