Gelar Doa Bersama Ratusan Suporter, Bupati Kediri: Fanatisme dan Loyalitas Tidak Bisa Dibayar dengan Tetesan Darah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Selasa, 04 Oktober 2022, 08:52 WIB
Gelar Doa Bersama Ratusan Suporter, Bupati Kediri: Fanatisme dan Loyalitas Tidak Bisa Dibayar dengan Tetesan Darah
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat doa bersama suporter/Ist
rmol news logo Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan korban jiwa tak kurang dari 125 orang menjadi duka cita bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejumlah acara doa bersama pun dilakukan banyak pihak.

Salah satunya doa bersama yang digelar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bersama Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho, dan ratusan suporter Persedikab dan Persik Kediri di Stadion Canda Bhirawa Pare, Senin malam (3/10) malam.

Dihiasi dengan menyalakan lilin dan peletakan karangan bunga, kegiatan itu berjalan secara khidmat. Sebagian suporter yang mengikuti pun terlihat meneteskan air mata.

Suasana duka mendalam itu juga terlihat manakala bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu memberikan sambutan di depan partisipan.

“Bahwa fanatisme, loyalitas, dan kecintaan terhadap tim tidak bisa dibayar dengan tetesan darah apalagi dengan ratusan nyawa,” kata Mas Dhito, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (3/10).

Dari insiden tersebut, Mas Dhito mengajak seluruh suporter di Kabupaten Kediri untuk berintrospeksi dan berbenah.

“Terkait kejadian Kanjuruhan sebenarnya apa yang harus kita pelajari dan apa yang bisa kita ambil untuk ke depannya,” tutur Mas Dhito yang juga menjabat Ketua Umum Persedikab tersebut.

Sebelum melakukan tabur bunga dan penyalaan 1.000 lilin, Mas Dhito juga melakukan shalat gaib berjamaah di Musala Polres Kediri yang diikuti oleh anggota Polres Kediri beserta masyarakat. rmol news logo article

EDITOR: AGUS DWI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA