Sentil Luhut, PDIP: Kenapa Ada Pembantu Presiden yang Tidak Menyehatkan?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 14 Maret 2022, 15:03 WIB
Sentil Luhut, PDIP: Kenapa Ada Pembantu Presiden yang Tidak Menyehatkan?
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto saat memberikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara/Ist
rmol news logo Seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju diimbau tetap sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam mengeluarkan kebijakan serta narasi yang disampaikan kepada publik.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto merespons polemik adanya 110 juta warganet mendukung penundaan Pemilu 2024 berdalih big data seperti disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Hasto, apa yang disampaikan Luhut bertolak belakang dengan sikap tegas Presiden Jokowi untuk taat konstitusi.

"Presiden sudah berulang kali menyampaikan sikapnya dengan tegas dan pemerintah sudah sepakat Pemilu 14 Februari 2024. Lalu kenapa ada pembantu Presiden membuat wacana tidak menyehatkan dalam situasi politik nasional?" kritik Hasto diberitakan Kantor Berita RMOLSumut, Senin (14/3).

PDI Perjuangan pun meminta seluruh partai politik membangun energi bersama untuk bangkit dari berbagai situasi yang sedang melanda negeri.

Arahan dari Presiden Joko Widodo, kata dia, sudah jelas dan harus dipahami oleh jajaran kabinetnya dalam menjalankan kinerja.

"Mari bangun energi positif bersama Jokowi. Tugas PDIP sebagai pengusung (pemerintahan Jokowi-Maruf) membangun energi bersama untuk segera bangkit, segera menjadi pemimpin setidaknya di kawasan Asia," tutupnya saat memberikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU). rmol news logo article

  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA