Begitu dikatakan Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Dimas Prayoga dalam pelatihan kepemimpinan bertema "Grand Design Mempersiapkan Pemimpin Muda 2024 Menuju Indonesia Emas 2045" di Wisma Benteng Medan, Sumatera Utara.
Generasi muda, kata Dimas, sebagai generasi yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan, harus adaptif dengan perkembangan zaman yang dinamis.
"Hari ini pemimpin, di Indonesia khususnya, harus bisa beradaptasi dengan maksimal, dengan kemajuan zaman yang semakin cepat dan pesat, terutama dalam hal teknologi," ujar Dimas, Kamis (3/3).
Dimas menjelaskan, kondisi tersebut didukung dengan dampak positif pandemi di Indonesia. Menurutnya, situasi pandemi memaksa para pemuda semakin melek teknologi.
Salah satu contohnya, lanjutnya, adalah penggunaan
virtual meeting dalam kegiatan sehari-hari ketika pertemuan fisik dibatasi.
"Mungkin tanpa adanya pandemi, teknologi semacam Zoom, Google Meet, dan sebagainya itu, mungkin kita tidak pernah belajar untuk menggunakan itu," katanya.
Senada, Walikota Medan Bobby Nasution berpesan, agar pemuda meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi. Menurutnya, pemuda harus bisa mengembangkan capaian yang sudah ada.
"Seorang pemimpin harus punya kemampuan untuk mengembangkan capaian kondisi hari ini. Ini harus bisa kita ambil nilai sisi positifnya," tuturnya.
"Sebagai anak bangsa, kedepan kita harus bisa membuat hal-hal yang ada menjadi sebuah potensi," demikian Bobby.
BERITA TERKAIT: