Sejumlah RS Rujukan Covid-19 Nyaris Penuh, Walikota Surabaya: Kalau Tidak Terpaksa Jangan Keluar Kota Dulu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Senin, 21 Desember 2020, 12:40 WIB
Sejumlah RS Rujukan Covid-19 Nyaris Penuh, Walikota Surabaya: Kalau Tidak Terpaksa Jangan Keluar Kota Dulu
Ilustrasi/Net
rmol news logo Kasus Covid-19 di Surabaya kembali menunjukkan peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah karena turunnya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, liburan panjang sebelumnya menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus belakangan ini. Dampaknya, beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya kini hampir penuh.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Pemkot Surabaya, saat ini yang terpapar Covid-19 sebagian besar usai melakukan perjalanan dari luar kota.

Makanya ia berharap, pada libur akhir tahun ini sebaiknya warga tidak bepergian ke luar kota jika bukan karena sesuatu yang sangat penting.

"Makanya saya sampaikan untuk sementara tolong kalau tidak terpaksa tidak ke luar kota dulu," kata Risma, Minggu (20/12).

Apalagi, kata dia, saat ini sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya hampir penuh. Bahkan ada pula yang sudah penuh.

Rata-rata pasien yang ada di sana terpapar usai bepergian dari luar kota.

"RS Husada Utama itu kurang lebih masih 100 (bed), kemudian RSUD Soewandi penuh. Di beberapa rumah sakit lain kapasitasnya sekitar 10-20 persen," ungkap dia.

Meski ruang isolasi di Hotel Asrama Haji kapasitasnya kosong, namun Risma menyatakan belum berani menggunakan bagi pasien dengan gejala.

Saat ini semua warga yang terpapar Covid-19 disertai gejala langsung dirujuk ke rumah sakit.

"Hotel Asrama Haji sebetulnya masih kosong tapi kita tidak berani meskipun itu dia ada gejala-gejala. Sekarang ini semua kita rujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Namun begitu, walikota perempuan pertama di Surabaya ini menyatakan bakal berdiskusi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Diskusi ini dinilai penting untuk mendapatkan masukan-masukan terkait pemanfaatan Hotel Asrama Haji (HAH) bagi pasien Covid-19 disertai gejala.

"Saya coba mungkin akan berdiskusi dengan IDI untuk bagaimana kami bisa dibantu backup Asrama Haji. Sehingga kalau gejalanya ringan itu mungkin bisa di Hotel Asrama Haji," terangnya.

Risma berharap, warga kembali meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Sebab, ia tak ingin ada lagi warga Surabaya yang terpapar hingga harus dirawat di rumah sakit.

"Saya ingatkan lagi, bukan hanya agar tidak liburan (ke luar kota) tapi kalau setelah pulang kerja (dari luar kota) dia lama di sana bisa langsung swab," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA