Dimas menuturkan, ia bersama empat temannya bersepeda dari Kelapa Gading Timur. Saat tiba di Bundaran HI sekitar pukul 8:00 WIB, terdapat iring-iringan kendaraan Satpol PP sebanyak 10 unit kendaraan roda dua dan 1 unit roda empat.
Saat akan melanjutkan perjalanan dari bundaran HI menuju SCBD, tiba-tiba seorang oknum Satpol PP yang menunggangi sepeda motor dan berrompi loreng serta sticker bintang berwarna kuning di helmnya mencoba mendorong Dimas masuk ke lajur lambat dengan cara memepetkan sepeda motornya.
"Karena dianggap membahayakan pesepeda, saya menegur oknum Satpol PP tersebut karena apa yang dilakukan oknum itu sangat berbahaya apabila sampai pesepeda terjatuh," ungkap Dimas dalam keterangannya yang diterima
Kantor Berita RMOLJakarta.
Tidak terima dengan apa yang disampaikan Dimas, oknum tersebut langsung melintangkan motornya dengan arogan daan menantang dengan nada tinggi.
"Turun kamu kalau enggak terima," ujarnya Dimas menirukan oknum Satpol PP tersebut.
Dimas mengaku terpancing dan langsung turun dari sepeda hingga berujung adu mulut. Kejadian itu pun memancing pesepeda lainnya. Berniat membela rekannya, salah seorang oknum satpol PP lain menantang tidak takut dilaporkan.
Atas kejadian tersebut, Dimas meminta jajaran Pemda DKI untuk mengevaluasi tugas Satpol PP dalam melakukan pengawasan dan penindakan.
"Mohon ditinjau kembali apakah Satpol PP memiliki dasar hukum atau wewenang untuk menertibkan lalu lintas di jalan raya?" tandas Dimas.
BERITA TERKAIT: