VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman memastikan bahwa Pertamina terus berusaha membersihkan sisa BBM di sekitar lokasi.
Pengangkatan BBM dilakukan menggunakan mobil tangki yang memiliki fasilitas pompa atau vacuum truk, serta melokalisir sisa BBM dari parit dengan tanggul. Sebanyak 90 personel bahkan telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian.
“Konsentrasi Pertamina saat ini adalah untuk finalisasi pembersihan BBM serta menjaga supaya aliran air maupun parit tetap aman. Di saat bersamaan, kami juga menangani pipa yang terdampak,†jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (23/10).
Sementara mengenai ledakan pipa BBM, Pertamina menguraikan bahwa hal itu bukan karena kelalaian pihaknya. Baca
: HMI Tidak Ingin Kelalaian Pertamina Kembali Terulang
Sebab, kebakaran terjadi lantaran ada pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi
elevated yang dikerjakan oleh kontraktor KCJB.
“Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, yakni KCIC selaku pemilik proyek, Pemda setempat, aparat kepolisian, serta instansi terkait guna investigasi penyebab insiden tersebut,†tegasnya.
Lebih lanjut, Fajriyah memastikan stok BBM untuk wilayah Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi dan sekitarnya berada dalam kondisi cukup. Pasokan untuk wilayah tersebut disuplai oleh Terminal BBM Padalarang dan TBBM Ujung Berung.
“Hari ini, kami juga melakukan alih suplai dari TBBM Cikampek untuk mendukung ketersediaan BBM di sebagian area di Purwakarta,†tambahnya.
BERITA TERKAIT: