Dukung Anies, Gerindra: Tidak Perlu Argumen Menjual Saham Perusahaan Bir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 08 Maret 2019, 01:15 WIB
Dukung Anies, Gerindra: Tidak Perlu Argumen Menjual Saham Perusahaan Bir
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Muhamad Taufik/RMOL
rmol news logo . Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta mendukung penuh langkag Gubernur DKI Anies Basweda menjual saham perusahaan bir PT Delta Djakarta. Sejak awal kampanye sampai Anies-Sandi dilantik, Gerindra terus mendorong saham tersebut segera dilepas.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Muhamad Taufik menilai, rencana penjualan saham PT Delta Djakarta tidak perlu memerlukan argumen lagi karena lebih banyak mudaratnya. Menurut dia, tanpa saham itu Pemprov DKI juga tetap memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar.

"Jadi, sejak awal Gerindra sudah mendukung. Bagaiamana tak mendukung, Kami yang usung. Itu kan janji kampanye. Jadi, tak perlu berargumen lagi," kata Taufik kepada wartawan, Kamis (7/3).

Wakil Ketua DPRD DKI itu menjelaskan, saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Rp 1 triliun. Artinya, setahun hanya mendapatkan deviden Rp 50 miliar, sehingga untuk mencapai Rp 1 triliun membutuhkan waktu 20 tahun.

"Pemprov DKI rugi. Makanya jual lebih baik. Kami Fraksi Gerindra DPRD DKI bulat. Masih banyak pemasukan. Lagian, yang buat atau yang jual dosanya lebih besar. Artinya, Pemprov DKI stop produksi dosa. Ya dengan lepas saham PT Delta Djakarta," tegas Taufik.

Selain keinginan masyarakat, kata CEO Seknas Prabowo-Sandi itu, pelepasan saham merupakan janji Anies saat mencalonkan diri menjadi gubernur.

Dia menilai sangat wajar jika Anies ingin menepati janjinya. Oleh karena itu, Taufik menegaskan upaya tersebut seharusnya tidak dihalang-halangi.

Alasan lainnya, lanjut Taufik, konsumsi minuman keras diharamkan bagi yang beragama Islam. Sebab, jika Pemprov DKI memiliki saham di perusahaan penyedia bir, maka itu berarti mendukung produksi miras, dan yang mendapat dosa bukan hanya konsumen miras namun juga yang memproduksi.

"Ini besar sekali dosanya," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA