Konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya diwarnai drama penundaan yang berlarut-larut. Hingga ujungnya, penyidik nyatanya belum berani mengumumkan satupun nama tersangka.
Pantauan
RMOL di lokasi, agenda konferensi pers yang semula dijadwalkan matang pada pukul 16.30 WIB mendadak diundur menjadi pukul 19.00 WIB. Namun, awak media kembali dibuat menunggu tanpa kepastian hingga akhirnya konferensi pers baru benar-benar terlaksana sekitar pukul 21.39 WIB.
Meski molor hingga lima jam dan membuat suasana Gedung Promoter sunyi, tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya masih menutup rapat identitas aktor intelektual di balik skandal ini.
“Bukan malam ini (pengumuman tersangka)," kilah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto saat konferensi pers.
"Dalam waktu dekat, kami akan menyampaikan terkait tentang tersangka dalam perkara yang ditangani oleh
joint investigation Kortas dan Polda Metro Jaya," jelas Kombes Budi.
Kendati nama tersangka masih misteri, meja rilis Polda Metro Jaya malam ini benar-benar disesaki oleh gunungan barang bukti kelas kakap yang dipamerkan ke publik.
Kilauan kepingan emas batangan murni tampak berjejer rapi diapit oleh ribuan lembar gepokan mata uang asing berwujud Dolar Singapura, Dolar AS, hingga pecahan Rupiah.
Tak hanya tumpukan uang dan logam mulia, penyidik juga memajang belasan boks kontainer plastik transparan berisi tumpukan dokumen penting, perangkat komputer, serta beberapa barang bukti berukuran besar yang ditutupi selimut bermotif salah satu klub sepak bola Eropa.
Barang berbungkus kain tersebut diduga kuat merupakan lukisan mahal dan foto keluarga yang sebelumnya dipajang di dinding rumah mewah yang digeledah.
Rentetan barang bukti ini dikumpulkan dari operasi maraton di 13 lokasi berbeda sejak Rabu, 8 Juli 2026. Polisi menyisir kantor PT CBS, PT KNI, PT PML, hingga sejumlah apartemen dan rumah mewah di kawasan elite Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Sentul, Bogor, yang belakangan diketahui merupakan aset milik Jampidsus Febrie Adriansyah.
Jika ditotal, nilai sitaan dari operasi gabungan ini sangat mencengangkan. Penyidik berhasil mengamankan uang senilai Rp60 miliar yang tersimpan di dalam brankas Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete.
Sementara dari rumah mewah milik Febrie Adriansyah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, petugas mengangkut harta karun tersembunyi yang disimpan di dalam tujuh koper berupa 4.767.300 Dolar AS, 14.083.800 Dolar Singapura, Rp100 juta tunai, serta kepingan emas murni seberat 74 kilogram.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: