Terlebih adanya demosi atau penurunan jabatan banyak terjadi di posisi strategis. Demikian dikatakan langsung Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.
"Terlalu banyak itu yang pertama. Saya melihat Camat jadi Sekretaris Camat. Demosi ini juga yang mau saya sikapi. Mereka kan mengawali karier dari bawah ke atas. Jadi kasian gitu," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (2/3).
Selain alasan menitih karir dari bawah, politisi PDIP ini juga menggarisbawahi peran Badan Kepegawaian Daerah, Sekretaris Daerah dan Gubernur dalam mengambil keputusan.
Adapun jika dari para jajaran tersebut memiliki kesalahan, secara struktural Prasetyo mengatakan harus ditanggapi mulai dari teguran sampai pencopotan. Jadi tidak langsung mencopot.
"Kalau mereka punya permasalahan kan harus ada teguran dulu. Tapi ini langsung begitu saja tanpa mereka dipanggil dengan aturan ASN yang ada tapi main putusan aja," tutur Pras sapaan akrabnya.
Karena hal inilah dirinya ingin bertemu langsung dan menanyakan hal terkait dengan pimpinan di ibukota.
"Saya akan bertanya kepada BKD, pak Sekda dan Gubernur soal permasalahan ini. Mungkin tidak secara spesifik panggil. Tapi saat rapat paripurna ketenu. Saya akan tanya secara formal dan informal," sebut Prasetyo.
Perombakan jabatan kepada 1.125 pegawai di lingkungan Pemprov DKI telah dilaksanankan, Senin (25/2). Ada yang naik jabatan, ada beberapa pegawai eselon II terdampak demosi alias penurunan jabatan.
Misalnya, bekas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji menjadi Wakil Walikota Jakarta Selatan, mantan Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan menjadi Staf SDA dan Kastpol PP DKI Yani Wahyu menjadi Asisten Deputi.
***
BERITA TERKAIT: