Emas Dunia Terkoreksi setelah Tensi Greenland Mereda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 22 Januari 2026, 07:33 WIB
Emas Dunia Terkoreksi setelah Tensi Greenland Mereda
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
rmol news logo Harga emas gagal mempertahankan posisi di puncak rekor tertingginya pada penutupan perdagangan Rabu 21 Januari 2026.

Sempat terbang tinggi ke level 4.887,82 Dolar AS, harga emas spot akhirnya tergelincir dan ditutup di level 4.778,51 Dolar AS per ons. Koreksi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memilih untuk melunakkan retorika politiknya terkait sengketa wilayah Greenland.

Pasar emas yang sebelumnya menjadi pelarian investor di tengah ketidakpastian, mulai tertekan setelah Trump menarik ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa. Pernyataan Trump mengenai adanya kerangka kesepakatan dengan NATO terkait Greenland memicu kembalinya minat investor ke pasar saham, yang secara otomatis memukul daya tarik logam mulia.

"Pengumuman mengenai tarif Eropa mendorong pasar saham naik, menghapus sebagian besar penguatan sebelumnya dan memberi tekanan pada logam mulia," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, dikutip dari Reuters. 

Namun, ia menekankan bahwa aksi jual ini lebih bersifat temporer akibat respons terhadap berita (news-driven) dan tidak merusak tren jangka panjang emas.

Sepanjang tahun 2025, emas telah mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 64 persen dan terus mendaki 11 persen sejak awal 2026. 

Prospek emas juga masih didukung oleh spekulasi kebijakan Federal Reserve. Mayoritas ekonom memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan hingga kuartal ini, sebuah kondisi yang biasanya menguntungkan emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Di sisi lain, perak spot mengalami koreksi tajam sebesar 3,6 persen ke level 91,17 Dolar AS per ons, setelah sempat hampir menyentuh angka 96 Dolar AS. 

Analis ANZ, Soni Kumari, menilai bahwa meski volatilitas sedang tinggi, momentum perak menuju angka tiga digit (100 Dolar AS) masih sangat mungkin terjadi di masa depan.

Sementara itu, logam lainnya juga menunjukkan pergerakan variatif. Platinum turun tipis ke 2.460,20 Dolar AS setelah sempat menyentuh rekor harian. Paladium merosot 2,1 persen ke posisi 1.825,85. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA