Fakta itu diungkapkan Bupati Blora Djoko Nugroho saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Membangun Sinergi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (12/1).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur (wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dan wakil bupati Blora, Arif Rohman dan sejumlah OPD terkait.
Diterangkan Djoko Nugrogho, angka kemiskinan di Blora saat ini sebesar 11.90 persen. Meski mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir, namun persentasenya masih di atas rata-rata Jateng dan nasional.
“Blora rangking 23 dari 35 kabupaten kota di Jateng. Kita masih 11,90 persen diatas Jateng 11,32 persen dan nasional 9,82 persen. Bahkan kita masuk dalam zona merah kabupaten miskin," terang Djoko seperti dilansir
RMOL Jateng.
Djoko mengatakan, banyak kendala yang dihadapi Pemkab dalam uapya menurunkan angka kemiskinan tersebut. Salah satunya kurangnya koordinasi antara OPD dengan pihak desa.
"Banyak kendala yang kita hadapi, salah satunya kurangnya sinergitas antara OPD dengan desa. Saya minta agar koordinasi ini bisa ditingkatkan sehingga penurunan kemiskinan bisa tercapai," jelas Bupati yang akrab disapa Kokok itu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, persoalan data menjadi kendala utama dalam upaya penurunan kemiskinan di Jateng.
"Nnanti kita akan keroyok bareng-bareng masalah ini. Sehingga target penurunan hingga 7,4 persen kemiskinan di Jateng dapat tercapai," ujar wagub.
[yls]
BERITA TERKAIT: