Terkait hal ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, negara berupaya hadir dalam pemberdayaan konsumen. Konsumen acap kali menjadi pihak yang lemah hingga perlu memperjuangkan kepentingannya.
"Termasuk saya pernah beli barang, tapi tidak sesuai ekspektasi, nah hal-hal seperti ini, bagaimana dengan mudah sebagai konsumen kita bisa mengadu," ujar Gubernur yang akrab disapa Emil itu seperti dilansir
RMOL Jabar, Kamis (31/1).
Mengacu pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, peringatan Harkornas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsumen tentang hak dan kewajiban mereka.
Emil berharap, konsumen bisa menjadi subjek penentu kegiatan ekonomi, sekaligus menghadirkan konsumen cerdas yang mencintai produk dalam negeri.
"Kami mendukung dan berterimakasih, Jawa Barat dipilih sebagai tuan rumah Hari Konsumen Nasional 2019," katanya.
Emil menyebutkan, bahwa konsumen di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memiliki daya beli yang cukup kuat. Kekuatan tersebut disinyalir akan naik dua kali lipat dalam waktu 11 tahun mendatang. Seiring dengan itu, perlindungan terhadap konsumen pun harus menguat.
"Kesadaran itu akan kita luncurkan di bulan Maret 2019, nanti tanggalnya menyusul, sekaligus akan ada peresmian kantor metrologi dan pasar tradisional," ujar dia.
Selain itu, perdagangan digital di Jawa Barat juga tinggi. Menandakan perlindungan bagi konsumen digital juga perlu diramu sedemikian rupa.
"Jawa Barat juga mewakili konsumen terbesar karena penduduknya hampir 50 juta jiwa, artinya 20 persennya Indonesia," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita, mengatakan, bersamaan dengan kegiatan Hari Konsumen Nasional di Bandung, akan diresmikan pula sekitar 250 kantor metrologi.
"Kali ini Harkonas dengan logo dan maskot khas Jawa Barat, ada kearifan lokal yang ditonjolkan," katanya.
Adapun logo Harkonas 2019 Jawa Barat adalah seekor ikan lumba- lumba, yang memakai iket, dan sarung khas Jawa Barat. Lumba- lumba dipilih karena dikenal sebagai hewan cerdas, menandakan konsumen juga harus cerdas dalam berbelanja.
[yls]