Ombudsman DKI: PKL Baru Tanah Abang Yang Kini Setoran Ke Preman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 22 Januari 2019, 07:48 WIB
Ombudsman DKI: PKL Baru Tanah Abang Yang Kini Setoran Ke Preman
Teguh Nugroho/RMOL
rmol news logo Ombudman Perwakilan Jakarta Raya menemukan indikasi praktik premanise di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka menyasar para pedagang kaki lima (PKL).

Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho memandang praktik premanisme itulah yang memicu kericuhan saat Petugas satuan Polisi Pamong Praja datang untuk menertibkan PKL.

"Preman kan ada potensi kehilangan pendapatan dari pedagang ini, nah kemudian muncul pedagang baru di Jalan Jatibaru yang kemudian mengklaim sebagai PKL di sana. Padahal waktu kami verifikasi orang-orang ini enggak ada," kata Teguh saat dihubungi.

Hitungan dia, saat ini ada 446 pedagang berdagang di Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang. Sementara pedagang yang masuk ke Blok F pasar berkisar 50 orang. Sisanya sekitar 149-an orang pedagang muncul belakangan.

Ketika para pedagang ini direlokasi, praktis membuat penguasa Tanah Abang kehilangan sebagian besar pendapatannya.

"Nah jadi bisa bayangkan dari dulu yang ada 500 pedagang yang bayar ke preman sekarang mereka bayar ke PD Sarana Jaya. Mereka bayarnya 50 ribu satu orang per hari. 500 x 50 ribu orang saja sudah 25 juta perhari loh," simpulnya.

Teguh memperkirakan para pedagang baru itu masih rutin membayar kepada para preman tersebut. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA