Florentina Waton, istri Nahkoda KM Multi Prima 1 Tarsisius Dusi Atulolong mengharapkan, dengan perpanjangan masa pencarian, enam korban lainnya bisa ditemukan.
"Kami semua berharap supaya diperpanjang lagi masa pencariannya," kata ibu satu anak itu kepada wartawan, Senin (3/12).
Senada dikatakan Ummi Hadyah Saleh (Umay), putri salah satu korban Mahmud Dullah Pande Saleh. Dia juga berharap agar masa pencarian korban diperpanjang. Sebab, bukan tidak mungkin ayahnya bersama korban lain sebenarnya selamat namun terdampar di pulau terpencil.
"Kami minta Basarnas untuk memperpanjang waktu lagi pencarian enam korban KM Multi Prima hingga tujuh hari ke depan. Karena bisa saja korban-korban terdampar di suatu pulau," kata Umay.
Pencarian tujuh hari pertama sudah dilakukan hingga 30 November. Karena belum menemukan semua korban, Basarnas pun menambah masa pencarian selama tiga hari.
KM Multi Prima 1 rute Surabaya-Waingapu tersebut tenggelam karena diterjang gelombang di Perairan Kapoposang, Bali pada Kamis (22/11) sekitar pukul 18.00 Wita. Terdapat 14 penumpang yang berlayar dengan kapal barang tersebut. Namun di antara mereka, baru delapan anak buah kapal yang dievakuasi dalam keadaan selamat.
[wah]
BERITA TERKAIT: