Jurubicara Kemenlu, Armanatha Nasir, mengungkapkan, sejak hari pertama bencana sudah ada tawaran bantuan search and rescue serta penyaluran bantuan dari negara-negara asing kepada para korban.
Tawaran itu datang lewat Menlu, Retno Marsudi, maupun langsung kepada Presiden Joko Widodo.
"Dalam konteks tersebut telah disampaikan oleh negara-negara sahabat soal komitmen mereka untuk membantu Indonesia dalam mengatasi bencana di Sulteng," ungkap pria yang akrab disapa Tata itu di Ruang Palapa, Gedung Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (1/10).
Jelasnya, hari ini telah terbentuk satuan tugas yang akan mengkoordinir bantuan-bantuan dari para negara sahabat.
"Saat ini masih dilakukan inventarisasi bantuan apa saja yang dibutuhkan, seperti misalnya tenda, air bersih, alat-alat berat, untuk melakukan evakuasi dan pesawat terbang," lanjutnya.
Pemerintah mengusahakan agar bantuan asing tersalur dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
[ald]
BERITA TERKAIT: