Pemprov DKI Jakarta pun sudah membuat aturan agar gedung-gedung pemerintahan menyediakan lahan untuk pengemudi ojek menaikkan dan menurunkan penumpang.
Namun, cara itu belum ampuh mengurai kemacetan setiap jam masuk dan pulang kantor di tempat-tempat keramaian seperti stasiun, halte Transjakarta, sekolah, dan gedung perkantoran.
Karena itu, Pemprov DKI harus bekerja sama dan melihat daerah yang sudah maju dalam hal menjalin hubungan baik dengan pengelola ojek online.
Pengamat transportasi dari Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, Gubernur Anies Baswedan harus mencontoh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengatur dan memfasilitasi para pengemudi ojek online. Caranya dengan memanggil seluruh operator ojek online untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar.
"Coba belajar dari Wali Kota Surabaya Risma, itu kan tidak boleh ojek mangkal di pinggir jalan. Saya lihat Anies tidak kreatif. Untuk ojek online ini kan Anies tinggal panggil aplikatornya. Kalau Anies mau ini gampang kok yang penting ketegasan dan kreatif saja," jelasnya saat dihubungi wartawan, Selasa (18/9).
Tigor juga menyarankan agar Anies melakukan pertemuan dengan para pengelola ojek online guna menemukan jalan keluar, sehingga masalah tersebut menemukan solusi dan bukan hanya sekadar wacana.
[wah]
BERITA TERKAIT: