Menteri PUPR: Infrastruktur Bukan Untuk Gagah-gagahan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 23 Agustus 2018, 11:19 WIB
Menteri PUPR: Infrastruktur Bukan Untuk Gagah-gagahan
Basuki Hadimuljono/RMOL
rmol news logo . Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah hanyalah untuk kepentingan masyarakat umum dan mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara saja, infrastruktur di Indonesia tergolong sangat tertinggal.

"Pembangunan infrastruktur yang kita lakukan tidak untuk gagah-gagahan. Kita hanya untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain," tegasnya saat memberikan orasi ilmiah dalam penganugerahan LIPI Sarwono Award XVII dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) XVIII Tahun 2018, di Auditorium Utama LIPI, Jakarta, Kamis (23/8).

Bukti dari infrastruktur yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga salah satunya adalah sejak tahun 70-an, panjang keseluruhan jalan tol hanya 780 km. Padahal dulunya orang Indonesia yang pertama membangun jalan tol.

Orang Indonesia pula yang membangun jalan tol di Filipina dan Malaysia.

"Makanya kita harus mengejar ketertinggalan. Harus dengan gaya rock n roll," tukas Menteri Basuki. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA