TNI AU: Aksi Arogan Di Tol Pakai Plat Sipil, Bukan Mabes TNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 23 Agustus 2018, 06:54 WIB
TNI AU: Aksi Arogan Di Tol Pakai Plat Sipil, Bukan Mabes TNI
Mobil pemukul siswa SMP/Net
rmol news logo TNI Angkatan Udara turut turun tangan mengomentari aksi pemukulan yang terjadi di sebuah ruas tol yang mengakibatkan hidung seorang siswa SMP berdarah.

Jagat maya baru-baru ini diramaikan dengan aksi pemukulan di sebuah tol. Diduga pemukulan itu dilakukan oleh seorang oknum TNI yang arogan.

Baca: Diduga Oknum Anggota TNI Pukul Anak SMP Di Tol

Namun demikian, TNI AU melalui akun @_TNIAU menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan internal terkait kejadian tersebut.

TNI AU membantah bahwa mobil yang digunakan pelaku adalah mobol milik Mabes TNI. Sebab, plat nomor yang digunakan oleh mobil pelaku adalah plat sipil yang ditempeli sticker Mabes TNI.

“(Pemasangan sticker) itupun di kalangan Mabes TNI sudah menjadi larangan sesuai perintah Panglima TNI,” ujarnya sesaat lalu, Kamis (23/8).

Akun ini meminta kepada publik untuk tidak buru-buru menuding seseorang TNI hanya dari potongan rambut dan sticker yang menempel di mobil.

“Jangan hanya bermodal sticker dan potongan cepak lalu men-judge TNI,” tukasnya.

Peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan seseorang berbadan tegap dan berambut cepak terhadap siswa SMP, viral di media sosial. Hal itu diungkapkan seorang dokter muda yang mengaku kakak dari Rayhan korban pemukulan.

Peristiwa itu diceritakan terjadi saat mobil yang dikendarai Reza, seorang dokter ketika melintas di Tol Jagorawi arah Jakarta dari Cibubur sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (22/8).

"Jalan tol agak padat, pengemudi sedan (saya) melakukan rem sedikit mendadak karena mobil di depan saya juga nge rem mendadak. Persis di belakang mobil saya ada mobil: Captiva hitam dengan Plat B 1207 TGZ," tulis dokter yang diketahui bernama Reza itu.

Setelah membayar di pintu tol, mobil Captiva tersebut mendadak menghadang mobil sedan yang dikendarai sang dokter.

"Saya gak tau dia emosi atau bagaimana, setelah bayar toll mobil tersebut mem block mobil saya dengan menghalangi dari jalur tengah (saya di jalur paling kanan), tindakan ini hampir menyebabkan saya di tabrak oleh mobil di belakang saya," ungkapnya.

Setelah itu, kata Reza, sopir mobil Captiva hitam dengan sticker Mabes TNI menempel di plat nomor tersebut turun dari mobil.

"Supir captive tersebut langsung turun dari mobil dan saya buka jendela. Spontan dia mencekik leher saya dan adik saya yang baru lulus dari bangku SMP yang turun dari pintu belakang dan saat itu juga oknum tersebut memukul adik saya tepat di mukanya," tuturnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA