"Orang berkomentar di media sosial gempa Lombok merupakan azab. Itu adalah kesesatan dan tidak berlogika," ujarnya dalam khotbah shalat Idul Adha di Posko Pengungsi, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Rabu (22/8).
Idrus mengatakan, azab dari sang pencipta ditujukan kepada umatnya yang membangkang. Sedangkan warga NTB dikenal memiliki keimanan tinggi, bahkan dijuluki Pulau Seribu Masjid.
"Logika Islam, gempa bumi yang terjadi saat ini adalah ujian untuk mengingatkan warga NTB selalu berpegang pada keimanan dan ketaatan," jelasnya.
Dalam makna kurban, Idrus mengajak warga NTB untuk meneladani teladan Nabi Ibrahim yang dengan penuh prinsip ketauhidan, ikhlas, dan sabar menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail.
"Dengan dasar ketauhidan pasti akan ada pertolongan. Tidak mungkin Allah SWT membiarkan hambanya mengalami ujian tidak sesuai kemampuannya," katanya.
[wah]
BERITA TERKAIT: