Ditjen Cipta Karya Prioritaskan Air Bersih Untuk Korban Gempa Lombok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 07 Agustus 2018, 22:12 WIB
Ditjen Cipta Karya Prioritaskan Air Bersih Untuk Korban Gempa Lombok
Foto/RMOL
rmol news logo Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan fasilitas air bersih dan sanitasi untuk korban gempa Lombok tidak terkendala.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada penanganan darurat untuk korban gempa.

"Penanganan darurat itu salah satunya adalah menyediakan air bersih dan fasilitas sanitasi, karena itu yang diperlukan secepatnya oleh masyarakat," ujar Danis kepada wartawan di kantornya, jakarta, Selasa (7/8).
 
Saat ini, PUPR telah menyediakan mobil tanki air, wadah penampung air atau hidran umum yang mampu menampung ribuan liter air, toilet portable, dan lain-lain. Nantinya, hidran umum akan ditempatkan di titik-titik pengungsi dan rumah sakit. Karena di sana titik-titik di mana masyarakat membutuhkan air bersih.

"Bila air sudah kosong akan ada mobil tanki air yang berkeliling dan mengisi semua hidran umum di tempat-tempat tersebut, sehingga bisa dipastikan kebutuhan air bersih akan aman," jelas Danis.
 
Tim Cipta Karya juga tengah melakukan pengecekan untuk instalasi air yang rusak akibat gempa. Beberapa pipa yang mengalirkan air bersih ke rumah penduduk dikabarkan rusak.
 
"Prosesnya cukup memakan waktu karena pipa-pipa tersebut ada yang tertanam di tanah," kata Danis.
 
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, Kementerian PUPR berupaya memenuhi kebutuhan warga dan para pengungsi, terutama air dan sanitasi pada masa tanggap darurat pasca bencana. Untuk mendapatkan sumber air, Kementerian PUPR akan membuat sumur bor di dekat lokasi pengungsian.

Untuk memastikan bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pengungsi bisa terpenuhi sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonsiliasi, Menteri Basuki menginstruksikan Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly untuk berkantor di Lombok Utara dibantu Satker Ditjen Cipta Karya, BPJN IX Mataram, BWS Nusa Tenggara I dan Satker Penyediaan Perumahan. 

Kementerian PUPR juga telah mendatangkan sarana dan prasarana untuk membantu pengungsi pada masa tanggap darurat ini dari gudang peralatan kementerian di Bekasi dan Bali.

Dari gudang peralatan di Bali telah dikirim sebanyak 30 unit tenda hunian darurat (THD), 16 unit hidran umum kapasitas 2000 liter, dan 30 unit berkapasitas 1000 liter. Dari gudang Bekasi dikirimkan ke Ubung, Bali sebanyak 26 unit WC Portable Toilet, 40 unit THD, dan 100 unit rangka besi hidran umum kapasitas 2000 liter yang selanjutnya akan dikirim ke Lombok. Barang-barang tersebut sebagian telah didistribusikan ke sejumlah posko pengungsian. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA