Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menuturkan, peristiwa penembakan terjadi kemarin.
"Helikopter itu sebenarnya digunakan untuk transportasi mengangkut logistik. Nah, kemarin justru ditembaki saat membawa logistik. Karena ditembaki kita kejar dong. Mereka malah ngeklaim diserang," kata Mustofa kepada wartawan, kemarin.
Hingga saat kini, aku Mustofa, TNI dan Polri terus bersiaga setelah tragedi penyerangan pesawat oleh KKB di Kenyam, Kabupaten Nduga pada 22 Juni dan 25 Juni 2018 lalu. Sebagai antisipasi serangan lanjutan, TNI dan Polri menyiapkan pasukan di Nduga Papua, dengan jumlah lebih banyak.
"Setelah penyerangan itu, mereka stand by (siap) di sana. Kalau ada kabar dibombardir segala macam itu bohong. Mereka suka koar-koar munÂcul, tapi giliran disamperin dikejar (kabur). Jadi kita masih mengejar pelaku penyerangan kemarin. Bukan operasi, kalau operasi bahaya amat bahasanya," ungkapnya.
Mustofa menegaskan, keberadaan personel di daerah Papua semata untuk menciptakan rasa aman dan kondusif. Bahkan, ia merasa kasihan kepada anak buahnya yang sedang bertugas justru dituduh melakukan peÂnyerangan.
"Kasihan personel di lapangan,keluarganya juga, capek-capek menghadapi KKB, sama nyawa taruhannya, tapi diberitakan macam-macam. Kita dibilang nyerang, kasihan kalau opinimasyarakat buruk terus ke aparat," pungkasnya.
Pilkada Paniai Dijaga KetatMusofa juga menjelaskan tentang Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Paniai, Papua. Dia bilang, bakal mengawasi secara ketat pilkada tersebut dengan menuÂrunkan seribu personel gabungan. Saat ini seluruh personel sudah berada di Enarotali, Ibukota Kabupaten Paniai dan siap melaksanakan pengamanan.
"Polisi dibantu TNI siap mengamankan Pilkada Paniai yang dijadwalkan digelar 25 Juli mendatang. Sekitar seribuan personel untuk pengamanan agar pilkadakondusif," ujar Mustofa, kemarin.
Menurut dia, banyaknya personil dikerahkan untuk pengamanan karena kondisi geografi serta masalah lainnya. "Saat ini, kondisi kamtibmas secara keseluruhan di Paniai kondusif," akunya.
Anggota KPUD ProvinsiPapua Tarwinto secara terpisah memasÂtikan Pilkada Paniai akan dihelat 25 Juli mendatang. KPUD Papua sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak guna terlaksananya pilkada.
Pilkada Paniai diikuti dua paslon. Yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobay dan Hengki Kayame-Yeheskiel Teneuyo. "Jumlah pemilih di Kabupaten Paniai tercatat 100.843 orang. Mereka akan memilih di 266 TPS," ujarnya.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Metusalak Infandi berharap seluruhpihak berkomitmen agar seceÂpatnya menyelesaikan pelaksanaan Pilbup di Paniai.
"Aparat keamanan bertangÂgung jawab untuk memastikan pelaksanaan Pilbup Paniai berÂjalan aman. Tak boleh ada lagi penundaan pilkada," tuturnya.
Diketahui, jadwal pemilihan Bupati-Wakil Bupati Paniai molordari jadwal karena masalah keamanan. Sebelum hari penÂcoblosan 27 Juni ada ketegangandiantara masyarakat terkait jumlah pasangan calon bupati. Masyarakat setempat sampai menginap dengan cara mendirikan tenda disekitarkantor KPUD Paniai. Meski ditunda, tapi pemungutan suara buat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua sudah dilakukan.
Pilgub Papua 2018 dimenangÂkan pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal. Pasangan peÂtahana ini memperoleh 67,54 persen suara. Sedangkan pasanÂgan nomor urut 2, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae raih 32,46 persen suara.
Perolehan suara sah dalam rekapitulasi mencapai 2.871.547 suara atau 84,18 persen dan suara tidak sah 539.670 suara atau 15,82 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan sebesar 3.411.217 suara.Yang mendapat 67,54 persen dukungan atau 1.939.539 suara. ***
BERITA TERKAIT: