Pada etape pertama, Kirab Nasional Koin NU digelar di Pulau Jawa, mulai dari Banten hingga Banyuwangi. Jarak tempuh etape ini sepanjang 1.200 km melalui 49 kota.
"Impact sosial ekonominya tampak bagus dan insya Allah kami lanjutkan ke etape-etape berikutnya," kata Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/7).
Menurutnya, penutupan kirab etape pertama telah diselenggarakan di Pondok Pesantren Manba'ul Falah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.
Sulton menjelaskan bahwa Kirab Koin NU ini telah berdampak positif menumbuhkan gairah masyarakat untuk rajin bersedekah, berinfaq secara kolektif untuk secara nyata peduli terhadap sesama. Masyarakat menemukan pola berbagi untuk sesama melalui program Koin NU yang praktiknya sederhana.
"Kota-kota yang dilalui Kirab Koin NU telah mengimplementasikan gerakan Koin NU yang hasilnya diwujudkan dengan mendirikan rumah sakit, membeli puluhan mobil ambulance, membantu fakir miskin, beasiswa untuk anak yang hampir putus sekolah, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan dana kesehatan," ujar Sulton.
Semangat masyarakat ini, sambungnya, perlu dipelihara sehingga mampu membantu pemerintah mempercepat proses pemajuan masyarakat khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
"Saya meyakini program Koin NU ini semakin membesar dan suatu saat nanti masyarakat semakin mandiri," kata Sulton.
Sementara itu, etape selanjutnya akan digelar dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
[fiq]
BERITA TERKAIT: