Salah satunya datang dari mantan Ketua Dewan Nasional Walhi Nur Kholis. Menurutnya, peremajaan teknologi produksi yang lebih ramah lingkungan patut mendapat apresiasi.
"Teknologi dibuat sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Nanti kita lihat bersama bagaimana hasilnya," ujar Nur Kholis kepada wartawan, Senin (2/7).
Teknologi baru yang mampu meminimalisir kerusakan alam memang harus segera diterapkan dalam setiap kegiatan penambangan. Biaya untuk menerapkan teknologi baru dan proses adaptasi dengan teknologi itu memang tidak murah. Namun hal tersebut harus tetap dilakukan demi kelestarian lingkungan.
"Memang agak mahal, tapi di sinilah negara harus hadir," ucap Ketua Komnas HAM periode 2015 hingga 2016 itu.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk. Alwin Albar menyatakan akan terus bertekad dalam melakukan inovasi teknologi dalam proses penambangan.
Dia juga menjelaskan bahwa teknologi ramah lingkungan sendiri telah disiapkan PT Timah sejak tahun 2012.
"Konsep teknologinya
sub surface mining. Kami sudah melakukan eksperimen dan
improve di akhir 2012. Proses paten pun sudah dilakukan sejak 2015, dan mulai dioperasikan pada Februari 2018," kata Alwin.
Saat ini, lanjut Alwin, teknologi sub surface mining baru dioperasikan untuk penambangan di darat. Targetnya, tahun depan dengan prototype yang sama, PT Timah akan mengoprasikannya di laut.
[ian]
BERITA TERKAIT: