Demi Kelestarian Alam, Green Mining Harus Segera Diterapkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 02 Juli 2018, 09:59 WIB
rmol news logo Teknologi baru berbasis green mining yang akan diterapkan PT Timah Tbk menuai dukungan berbagai pihak.

Salah satunya datang dari mantan Ketua Dewan Nasional Walhi Nur Kholis. Menurutnya, peremajaan teknologi produksi yang lebih ramah lingkungan patut mendapat apresiasi.

"Teknologi dibuat sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Nanti kita lihat bersama bagaimana hasilnya," ujar Nur Kholis kepada wartawan, Senin (2/7).

Teknologi baru yang mampu meminimalisir kerusakan alam memang harus segera diterapkan dalam setiap kegiatan penambangan. Biaya untuk menerapkan teknologi baru dan proses adaptasi dengan teknologi itu memang tidak murah. Namun hal tersebut harus tetap dilakukan demi kelestarian lingkungan.

"Memang agak mahal, tapi di sinilah negara harus hadir," ucap Ketua Komnas HAM periode 2015 hingga 2016 itu.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi  PT Timah Tbk. Alwin Albar menyatakan akan terus bertekad dalam melakukan inovasi teknologi dalam proses penambangan.

Dia juga menjelaskan bahwa teknologi ramah lingkungan sendiri telah disiapkan PT Timah sejak tahun 2012.

"Konsep teknologinya sub surface mining. Kami sudah melakukan eksperimen dan improve di akhir 2012. Proses paten pun sudah dilakukan sejak 2015, dan mulai dioperasikan pada Februari 2018," kata Alwin.

Saat ini, lanjut Alwin, teknologi sub surface mining baru dioperasikan untuk penambangan di darat. Targetnya, tahun depan dengan prototype yang sama, PT Timah akan mengoprasikannya di laut. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA