Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, Jalur Selat Malaka kerap digunakan sindikat narkoba untuk menyelundupkan ke Medan melalui kapal motor.
Bahkan, aparat kepolisian pun kerap melakukan penangkapan di sepanjang garis pantai.
"Bisa lewat Aceh, sering juga lewat Labuanbatu. Kita sudah perketat pengawasan," ujar Dadang kepada wartawan di Medan, Kamis malam (28/6).
Meski demikian, Kapolres tetap melakukan beberapa upaya pencegahan. Salah satunya berkoordinasi dengan polres-polres lainnya di wilayah hukum Polda Sumut.
"Kita membuka jaringan-jaringan pelaku yang masih bersembunyi untuk memperkecil ruang gerak pelaku," terangnya.
Langkah-langkah antisipasi juga ditingkatkan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk menghindari barang haram berupa ganja dan sabu.
Menurutnya, di Medan banyak jalur tikus, baik di darat maupun di perairan laut, sebagai pintu masuk narkoba. Terutama di dermaga dan sepanjang garis pantai yang jarang dihuni masyarakat.
"Daerah perbatasan jangan sampai minim penjagaan. Di laut banyak jalur tikusnya," urai Dadang.
Meskipun penindakan tegas telah dilakukan, peredaran narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan masih kerap terjadi.
"Tapi paling penting adalah sosialisasi masyarakat agar mengetahui risikonya," pungkasnya. [sam]
BERITA TERKAIT: