Ia juga menolak istilah kemacetan yang diberitakan, menurutnya yang terjadi di ruas tol tersebut baru sebatas kondisi ramai lancar.
"Sebenarnya bukan macet ya tapi ramai lancar, jadi mobil jalan terus agak tersendat saja, kemacetan itu juga terjadi di beberapa rest area jalan tol," ujar Nurhadi Unggul Wibowo, di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (13/6).
Berdasarkan penjelasan Nurhadi, titi-titik kemacetan tersebut diantaranya berada di empat titik jalur tol dari KM 39 hingga KM 105 ruas jalan tol.
"Titiknya itu dari KM 39-41, KM 47 sempat ada antrian 10 kilometer pagi tapi sekarang sudah terurai, kemudian KM 68-72 dan KM 102 - 105. Sekarang saya baru telpon KM 106 Sudah lancar," paparnya.
Di lain sisi, Koordinator Tim Monitor Posko Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Iwan Hermawan menjelaskan bahwa penyebab utama terjadinya antrian di ruas tol tersebut sebab banyaknya kendaraan yang berhenti di baku jalan dekat Rest Area.
"Dari update yang saya dapat, banyak kendaraan yang berhenti di baku jalan dekat rest area," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi terkini yang terparah hanya terjadi di KM 102 dengan situasi lalu lintas padat merayap.
"Sekarang ya di KM 102 situasinya padat merayap," pungkasnya.
[fiq]
BERITA TERKAIT: