"Untuk SOTR kami sudah menyatakan tegas dari awal, bahwa kami tidak mengijinkan SOTR dan kami tidak setuju, apalagi menganjurkan. Apalagi SOTR itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," ujar Sandi Balaikota DKI Jakarta, Senin (4/6).
Hal ini berawal dari maraknya kasus bentrokan yang terjadi disejumlah lokasi di Jakarta pada akhir pekan lalu Minggu (3/6) dinihari. Mereka saling mengejek satu dengan yang lain dan menimbulkan bentrokan, tidak sedikit dari pelaku yang diamankan oleh polisi karena kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau, pedang, balok kayu, rantai gear dan celurit.
Untuk menggantikan SOTR, Sandi menyarankan untuk lebih baik para pemuda melaksanakan
Sahur In The Masjid (SITM).
"Gantinya dengan SITM yaitu memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid. Kami akan mengganti dengan (SITM) memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid," tambahnya.
Pasalnya, banyaknya kasus SOTR pelakunya berasal dari kalangan pelajar yang sudah memasuki libur sekolah, jadi demi mengisi waktu kekosongan mereka memilih untuk ikut SOTR.
Hal inilah yang disalah artikan, Sandi mnghimbau agar pemuda masjid dapat lebih baik mengisi kekosongan dengan zikir, tadarus, berselawat di masjid serta berbakti sosial ke panti asuhan dan anak yatim.
[fiq]
BERITA TERKAIT: