Empat Warga Banjarmasin Terima Penghargaan PKH Sejahtera Mandiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 04 Juni 2018, 16:47 WIB
Empat Warga Banjarmasin Terima Penghargaan PKH Sejahtera Mandiri
Foto: Ist
rmol news logo PKH Sejahtera Mandiri dianugerahkan Kementerian Sosial RI kepada Uswatun Hasanah, warga Jalan Sungai Bilu Laut, Kota Banjarmasin.

Penghargaan berupa piagam itu diberikan dalam acara Bimbingan dan Pemantapan SDM PKH di Kota Banjarmasin, tadi malam.

Selain Uswatun, ada tiga orang penerima PKH lainnya yang juga telah dinyatakan tergraduasi secara mandiri. Penghargaan diberikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat mewakili Menteri Sosial, Idrus Marham.

Graduasi Mandiri atau keluar dari kepersertaan PKH secara sukarela, merupakan bentuk kesadaran diri dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah sejahtera.

Hal tersebut dikarenakan Keluarga Penerima Manfaat mengalami peningkatan ekonomi.

"Sejak mendapatkan PKH 2016, uangnya saya gunakan untuk biaya sekolah anak-anak. Sementara uang yang tadinya untuk biaya sekolah saya sisihkan untuk menambah modal usaha," kata Uswatun, pengusaha rangkai bunga pengantin ini.

Setahun berselang, dia bisa membeli freezer untuk menyimpan bunga rampai. Produksinyapun terus meningkat seiring pesanan yang semakin banyak. Sekarang, Uswatun sudah memiliki 10 orang pegawai untuk membantu memenuhi pesanan bunga rangkai.

Selain Uswatun, penyerahan penghargaan secara simbolis juga diberikan kepada Yuliatin, Diana Kusnarti, Jamaliyah atas prestasi yang sama.

Mereka telah memiliki berbagai usaha rumahan dengan omzet yang cukup menggembirakan. Ada yang memiliki usaha laundry pakaian, produksi bawang goreng, dan toko kelontong.

"Kisah Ibu Uswatun ini merupakan kebahagiaan bagi pemerintah khususnya Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan segenap SDM PKH. Pencapaian ini patut kita apresiasi dimana atas kerja keras semua pihak, ada prestasi yang dicapai, yang didukung atas kesadaran ibu-ibu KPM kini mereka telah sejahtera dan mandiri," kata Harry Hikmat dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi, Senin (4/6).

Dia juga mengapresiasi peran Pendamping PKH yang mampu mengantar KPM PKH menjadi mandiri secara ekonomi. Dengan demikian maka Pendamping PKH telah mewujudkan tujuan PKH yakni menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM telah tercapai.

"Sebagaimana arahan Menteri Sosial dalam setiap pertemuan dengan Pendamping PKH bahwa tugas Saudara tidak hanya sekedar mengurus bansos. Pendampingan difokuskan pada upaya mendorong kemandirian dan bagaiamana PKH dapat dimanfaatkan dengan baik. Semoga kesuksesan Pendamping Ibu Uswatun dapat menginspirasi Saudara semua," jelasnya.

Selain menyerahkan piagam penghargaan, Dirjen juga menyerahkan penghargaan kepada anak-anak berprestasi yang merupakan anak-anak dari penerima PKH.

Sebanyak 10 anak mendapatkan penghargaan atas beragam prestasi yang mereka torehkan. Di antaranya Nur Baiti peraih penghargaan lomba melukis untuk SDLB tingkat provinsi dan nasional, Aisyah penerima beasiswa Bidik Misi 2018 di Universitas Lambung Amangkurat, Joko Pramono peraih penghargaan Juara II Kejuaraan Tinju Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Melihat Nur Baiti, Dirjen yang juga hobi melukis ini kemudian menantangnya untuk melukis bersama. Bermodalkan kertas polos ukuran A5 dan spidol hitam, keduanya mulai melukis.

Setelah beberapa saat lamanya, keduanya menyelesaikan lukisan. Nur Baiti melukis wajah, sementara Harry menggambar pemandangan.

"Anak-anak seperti ananda Nur Baiti ini harus terus didukung dan dimotivasi. Saya mohon para Pendamping PKH juga menyisir anak-anak KPM yang memiliki potensi baik di bidang akademik maupun akademik agar semakin banyak anak-anak yang berprestasi," jelasnya.

PKH, lanjut Harry, merupakan komitmen dan janji Presiden Joko Widodo terhadap rakyat khususnya ibu-ibu, agar dapat memberikan gizi yang baik untuk anak-anak dan bisa menyekolahkan anak-anak. Oleh karena itu ia berharap bansos ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Untuk anak-anakku semua, teruslah mengukir prestasi, angkat harkat dan martabat orang tua, dan kelak dapat mengabdi kepada bangsa. Inshaa allah pada 26 Juli mendatang anak-anak berprestasi dari seluruh Indonesia diundang ke Jakarta untuk bertemu Bapak Presiden dalam acara Gebyar Prestasi Keluarga dan Anak PKH Indonesia," demikian Harry. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA