Sebagai pucuk pimpinan, ia tak pernah berhenti selalu mengingatkan jajarannya agar bisa menjaga netralitas dalam momentum pesta demokrasi lima tahunan, khususnya di tanah pasundan.
"Saya kira netralitas (prajurit) terus kami ingatkan, harus bersikap netral, solid, dan kompak. Tidak dibolehkan berpolitik bagi TNI dan itu sudah tegas sekali. TNI tidak sama sekali terjun berpolitik praktis," ujar Harto di Kabupaten Bandung seperti diberitakan
RMOLJabar.Jenderal bintang dua ini juga memastikan hadirnya kandidat calon gubernur yang memiliki latar militer ikut tidak akan mempengaruhi independensi TNI, termasuk prajurit yang bertugas di Kodam III/Siliwangi.
"Ngga ada hubungannya lagi (calon gubernur) dengan kami. Mereka
kan sudah purnawirawan.
Nah secara komando tidak ada hubungannya TNI dengan para prajurit yang sudah purnawirawan. Saya bisa jamin (independensi) itu," tegas Harto.
Dua kandidat dalam Pilgub Jabar 2018 yang memiliki latar militer yakni Mayjen TNI (Purn) Sudrajat yang didampingi Ahmad Syaikhu, serta Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanudin yang didampingi Irjen Anton Charliyan.
[wid]