Isu tersebut menjadi viral karena banyaknya pejalan kaki yang merasa terganggu dengan adanya pohon tersebut, terlebih di jam-jam tertentu seperti pulang kantor.
Selain itu, hal ini berangkat dari ramainya pembicaraan disosisal media terkait pengadaan pohon hias yang menghabiskan dana hinggap Rp 8 miliar, hal itu menurut Sandi adalah informasi yang hoaks atau tidak benar.
"Anggaran mengenai pohon hias, kita sudah periksa dan kaji bahwa anggaran itu adalah yang disebut-sebut. Baik itu Rp 8 milliar itu salah dan tidak tepat," kata Sandiga di Lapangan Irti Monas, Jakarta, Jumat (1/6).
Lebi lanjut, Ia mengaku bahwa pohon hiasan yang dipasang sepaket dengan lampu hias ini adalah barang stok lama dari Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.
Karena itu, ia menepis isu yang beredar mengenai pohon hias yang menghabiskan anggaran hingga Rp 8 miliar.
"Lampu dan pohon-pohon plastik tersebut adalah murni stok lama, dari Sudin Perindustrian dan Energi. Jadi tidak ada anggaran yang dikeluarkan disini untuk pemasangan pohon hiasan tersebut," paparnya
Demi menjaga situasi kondusif, Sandiaga mengambil tindakan dengan langsung mencabut seluruh pohon dang mengembalikannya ke gudang di Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.
"Sudah, barangnya sudah dikembalikan lagi ke gudang," demikian Sandi.
[fiq]
BERITA TERKAIT: