NU Kediri Bantah Beri Dukungan Ke Peserta Pilkada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 01 Juni 2018, 05:24 WIB
NU Kediri Bantah Beri Dukungan Ke Peserta Pilkada
Kh. Abu Bakar Abdul Djalil/Net
rmol news logo . Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri selalu mengemban amanah para ulama sepuh dan imbauan PBNU untuk tidak pernah terlibat dalam urusan politik praktis.

Begitu bantahan yang disampaikan Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Djalil atas beredarnya gambar PCNU Kota Kediri mendukung pasangan calon Walikota Kediri Aizzuddin Abdurrahaman (Gus Aiz) dan Sudjono Teguh Wijaya.

"Secara pribadi, kami persilakan memberikan dukungan dalam Pilkada Serentak nanti, namun harus menjaga norma agama," jelas pria yang akrab disapa Gus Ab itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/6).

Polemik dukungan ini sempat membuat Rois Syuriah PCNU Kota Kediri KH. Abdul Hamid juga angkat bicara. Dia mengaku banyak ditanyai oleh warga Nahdliyyin tentang sikap politik PCNU Kediri.

KH. Abdul Hamid menjelaskan bahwa masyayikh dan para kyai se Kota Kediri yang juga notabene Pengurus NU di setiap tingkatan memang menghendaki Gus Aiz untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Kota Kediri. Namun demikian, tidak ada dukungan resmi dari NU untuk calon tersebut.

"Gus Aiz sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU. Tapi PCNU tidak ada dukungan resmi terhadap calon manapun," tegasnya.

PCNU sebagai organisasi bersikap netral dan tidak bisa dijadikan kendaraan politik. Urusan politik, sambungnya, merupakan urusan partai politik.

"Warga NU harus lebih cerdas dalam berpendapat dan menyampaikan aspirasinya agar tidak membingungkan masyarakat," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA