Atas alasan itu juga, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Madjid mencanangkan konsep kerja sama antara sektor industri di desa dengan e-commerce guna mempermudah kinerja petani, khususnya dalam pendistribusian.
“Kita bisa juga mendorong desa dalam memasarkan hasil-hasil produksi itu bisa dengan online. Jadi e-commerce ini kita istilahkan dengan digitalisasi badan usaha milik desa (BUMDes). Bagaimana caranya itu? kita akan rangkum modul-modulnya dalam akademi desa dan akan dipelajar bersama-sama," ujar Taufik di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (30/5) petang.
Kerjasama di bidang e-commerce sangat mendesak karena jumlah permintaan di pasar lebih besar, sementara proses distribusi tidak berjalan baik, sehingga tidak ada keseimbangan antara permintaan dan proses pengiriman yang cepat.
Oleh sebab itu, sebelum bekerja sama langsung dengan pelaku e-commerce, Kemendes melalui akademisi akan mengajarkan pentingnya sistem online dalam memasarkan produk.
"Nah jadi dalam akademi desa 4.0 ada pemberian materi kepada BUMDes bahwa dan unit-unit usaha-usaha lainnya di desa, supaya bisa memasarkan hasilnya melalui mekanisme e-commerce. Nah ini yang akan kita dorong kepala-kepala desa," tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: