"Saya sepakat kalau seandainya napi korupsi tidak boleh nyaleg. Koruptor nyaleg, bahaya buat negara," ujarnya, Selasa (29/5) seperti dimuat RMOLJabar.
Ia menyamakan terpidana korupsi tak ubahnya teroris, kejahatan yang luar biasa
"Korupsi itu sama dengan teroris, itu menyangkut batin dan akidah," ucapnya.
Menurut dia, berbeda dengan kejahatan umumnya, penjara terkadang bikin koruptor jera.
"Sama kayak teroris, kalau sudah di hati, susah buat ngelepasnya," jelasnya.
Politis Partai Golkar ini menambahkan, DPRD Kota Sukabumi tidak bisa masuk ke ranah pusat. Sebab, setiap tingkatan DPRD memiliki ruang lingkupnya sendiri. Terkecuali, ada masyarakat yang menyuarakan aspirasi terkait hal tersebut.
"Tergantung masyarakat, kalau menyuarakan melalui aspirasi akan kita sampaikan," terangnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: