Hal ini diungkap aktivis Angkatan 66 Thomas Sitepu. Dia menilai, tak ada perubahan beÂrarti dibanding cara-cara rezim lama. "Aspirasi dan kepentinÂgan masyarakat tidak didengar, malah dibungkam," tuturnya.
Pria yang semasa menjadi akÂtivis cukup viral karena menggelar aksi unjuk rasa membawa poster dari Bandung ke Kantor Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta itu menegaskan, semua partai politik di era reforÂmasi tidak memikirkan rakyat. Agenda-agenda reformasi yang dikumandangkan pun perlahan dikubur, malah balik menindas rakyat.
"Semua persoalan di republik ini dikanalisasi dan tidak didengar parpol. Jangan berharap parpol menyuarakan dan memÂperjuangkan amanat penderitaan rakyat. Anggota parpol termasuk aktivis yang masuk di dalamnya, hanya memikirkan parpolnya. Tidak memperjuangkan aspirasi rakyat kok. Parpol-parpol saat ini sama saja, omong kosong," ujarnya.
Pada 16 Desember 1981, Thomas Sitepu memasuki Jakarta dan menyampaikan aspiÂrasi rakyat. Dia berharap, para reformis gadungan yang banyak berkeliaran saat ini tidak perlu didengar.
Thomas saat itu diizinkan meÂmasuki Jakarta, setelah Pangdam Jaya waktu itu Mayjen Hendro Priono memberikan garansi, dia tidak akan diganggu meÂnyampaikan aspirasinya ke Bina Graha.
Dia menegaskan, para aktivis reformasi saat ini sudah melenÂceng dari garis perjuangannya untuk melaksanakan amanat penderitaan rakyat. ***
BERITA TERKAIT: