Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), harus memberi penjelasan ke dunia tentang situasi Indonesia saat ini yang sudah aman.
Sejauh ini, ada 14 negara yang mengeluarkan travel advice pasca-serangan teror yang terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Negara-negara adalah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Polandia, Irlandia, Kanada, Prancis, Filipina, Brasil, dan Swiss.
Status travel advice memang berada di bawah travel warning. Travel advice merupakan nasihat perjalanan pemerintah sebuah negara ke masyarakatnya. Sedangkan travel warning (peringatan perjalanan) sifatnya lebih serius. Di atasnya, ada travel ban (larangan perjalanan).
Namun begitu, kata Taufik, travel advice itu tetap tidak boleh dianggap sepele. Sebab, travel advice juga bisa membuat kunjungan wisatawan berkurang.
“Beberapa negara mengeluarkan travel advice terhadap Indonesia merupakan salah satu konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Tapi, Kemenpar jangan diam saja. Saat terjadi bom Bali, Kemenpar memberikan pemahaman bahwa Indonesia aman. Sekarang pun perlu dilakukan,†kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Bom Bali 2002 berdampak besar pada kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Jumlah turis asing yang berwisata ke Indonesi drop. Menyikapi hal itu, Kemenpar memberi pemahaman ke dunia bahwa Indonesia aman dan bisa dikunjungi wisatawan dunia. Berkat penjelasan itu, perlahan-lahan, jumlah kunjungan turis mancanegara meningkat kembali.
Rentetan teror yang terjadi dua pekan lalu juga bisa membuat kunjungan wisatawan mancanegara juga drop. Makanya, Kemenpar harus bergerak.
Minimal kita melakukan pola yang sama (pasca-bom Bali). Kemenpar jangan diam saja, jangan bilang tidak terjadi apa-apa di Indonesia. Realitasnya, sudah ada beberapa negara mengeluarkan peringatan,†tegas Wakil Ketua Umum PAN Ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: