Penegasan itu sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan di Gereja Santa Maria Surabaya.
“Sementara ada 6 meninggal, 1 masih di TKP belum diidentifikasi. Dan ada 35 yang masuk rumah sakit,†ujarnya.
Ledakan bom di Surabaya terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, Minggu (13/5) pagi.
Selain itu, ledakan juga terjadi di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 Surabaya dan Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno Surabaya.
Adapun rincian korban tewas adalah, satu meninggal di GKI Jalan Diponegoro, 3 meninggal di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Jalan Ngage, dan 2 di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno.
Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terperangkap dalam tujuan teroris. Salah satu caranya dengan tidak menyebarkan gambar-gambar foto korban.
“Stop jangan terperangkap tujuan teroris, tujuannya adalah kita ketakutan. Mari kita tunjukan kita tidak takut, tapi kita tetap waspada,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: