Selain membantu melakukan evakuasi di lokasi bencana, tim rescue PKPU HI membuka Posko Dapur Air untuk memenuhi kebutuhan minum dan makanan kecil para pengungsi.
"Gempa berdampak cukup serius terhadap warga dan lingkungan sekitar. Setidaknya, terhitung 316 rumah roboh serta 4 masjid dan 1 sekolah rusak parah," kata koordinator tim rescue PKPU Human Initiative, M. Jawad dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (23/4).
Bahkan gempa tersebut telah memakan korban jiwa 3 orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Selain korban jiwa, puluhan orang mengalami luka-luka dan ribuan warga mengungsi ke berbagai tempat. Para pengungsi tersebar di lima titik pengungsian.
"Sampai saat ini kami terus memantu perkembangan kondisi para korban terdampak," terang Jawad dalam laporannya.
Berdasarkan data yang dihimpun, lanjutnya, jumlah pengungsi tercatat sementara mencapai 2104 jiwa atau 526 KK. Dampak terparah tejadi di Kecamatan Kalibening.
"Warga setempat masih syok dan tak berani masuk ke rumah. Selain kondisi rumah yang rusak parah, warga juga khawatir terjadi gempa susulan," terang Jawad.
Ia menerangkan, yang dibutuhkan oleh korban terdampak gempa saat ini adalah logistik dan makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, hygiene kit dan perlengkapan tidur.
Pihaknya terus bersiap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama wujudkan kepedulian bagi korban terdampak," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: