Dalam survei yang melibatkan 1440 responden itu, pasangan petahana Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat memperoleh tingkat elektabilitas 57,2 persen.
"Itu diperoleh berdasarkan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner," ungkap Koordinator LKPI Sumut Andre Gunawan dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (18/4).
Di urutan kedua, ditempati oleh pasangan Jonius Taripar Hutabarat-Frengki Simanjuntak dengan perolehan 17,9 persen.
"Disusul pasangan dari jalur perseorangan Chrismanto-Hotman dengan angka 18,6 persen," lanjut Andre.
Hasil survei tanpa menggunakan kuesioner, yakni melalui jawaban spontan, juga menempatkan pasangan petahana sebagai jawara dengan perolehan elektabilitas sebesar 43,8 persen.
"Kemudian Chrismanto-Hotman 17,2 persen, dan pasangan Taripar-Frengky 16,3 persen," tandas Andre.
Survei yang digelar pada 26 Maret-8 April 2018 itu juga mencari tahu seberapa besar tingkat popularitas dan kapabilitas masing-masing pasangan calon. Untuk popularitas, pasangan Nikson-Sarlandy lagi-lagi unggul dengan 93,2 persen. Disusul pasangan Christmanto-Hotman dengan 62,8 persen, dan pasangan Taripar-Frengky 60,2 persen.
Tak hanya itu, pasangan petahana juga unggul di tingkat akseptabilitas. Mereka unggul dengan 80,3 persen. Disusul Nikson-Sarlandy, 64,8 persen untuk Chrismanto-Hotman, dan 62,2 persen untuk Taripar-Frengky.
Hasil tak jauh beda juga didapat dari tingkat kapabilitas. Nikson-Sarlandy lagi-lagi unggul dengan 82,2 persen. Disusul Chrismanto-Hotman sebesar 63,7 persen, serta Taripar-Frengky 58,3 persen.
Survei LKPI dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,7 persen.
Perolehan survei Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat menurut Andre tidak lepas dari tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja petahana yang terbilang tinggi.
"Sehingga persentase yang masih menginginkan pasangan petahana memimpin juga membukukan angka 78,7 persen," demikian Andre.
[rus]
BERITA TERKAIT: