Utamanya terkait Anies yang baru mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 17 Tahun 2018 tentang penataan Tanah Abang.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, tidak sedikit masyarakat yang mengapresiasi kebijakan Anies. Misalkan para pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang yang dibolehkan menjajakan barang dagangannya di kawasan tersebut sejak pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB.
"Bandingin saja yang setuju sama yang protes, pedagang kaki lima semuanya setuju, PKL semuanya setuju lho. Kamu kan bunyikan yang protes, yang enggak protes nggak dibunyiin sih," ujarnya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3).
lebih lanjut Taufik mengungkapkan kekecewaannya dengan pemberitaan di media yang lebih banyak mengangkat penolakan ketimbang sisi positif dari penutupan Jalan Jati Baru. Semisal pemberitaan tentang menurunnya pendapatan supir angkot lantaran jalan Jati Baru ditutup.
Menurut Taufik, hal itu biasa dalam dinamika kehidupan, namun pemberitan dari hal biasa tersebut sengaja digembar-gemborkan.
"Yang proteskan anda juga (media) misalnya income kurang oke, income-nya enggak dijamin (Pemprov), ada lagi yang kurang dan seterusnya. Itukan biasan itu dinamika kehidupan," pungkasnya.
[nes]