Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan proses pelebaran trotoar dengan meneliti sejumlah pagar atau bangunan di kedua jalur tersebut. Jika posisi tembok atau pagar bangunan berada di tanah negara atau Pemprov, maka pihanya akan melakukan penertiban.
"Kami akan tertibkan lebarnya trotoar, termasuk gedung-gedung yang pagarnya sebenarnya tidak berada di wilayah mereka," ujar Anies di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (10/3).
Rencana ini dilakukan setelah Anies berjalan bersama dengan sejulah penyandang disabilias, dari perjalanan tersebut Anies mendapat pengalaman. Salah satunya trotoar yang sengaja dibuat miring agar kendaraan bagi pengguna gedung di kedua jalur tersebut bisa masuk.
Menurut Anies hal itu, ternyata menyulitkan para pengguna kursi roda untuk melintas. Bukan hanya itu, para penyandang tuna netra juga mengalami kesuliltan lantaran ada sejumlah trotoar tidak memiliki ram dan ketinggian jalur pejalan kaki dengan permukaan jalan selisih jauh.
"Saya komit bahwa Sudirman-Thamrin hasilnya nanti akan ramah penyandang disabilitas," ujar Anies.
[nes]