Hal itu dikatakan Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat berbincang dengan wartawan di Depok, Sabtu (10/3).
Salah satu sumber daya alam yang belum tergarap dengan baik adalah danau alias situ yang ada di Depok.
"Depok adalah kota yg paling banyak danaunya, program yang paling nyata untuk dikembangkan adalah pariwisata. Depok punya banyak tempat keren tapi karena belum "dimasak" (dikembangkan,red) dengan baik," jelasnya.
Menurut Kang Emil, potensi alam di Depok sangat mungkin dimanfaatkan menjadi sumber pariwisata kota ini. Namun Kang Emil mengingatkan, jangan anggap danau-danau tersebut hannya menjadi sarana wisata warga saja, tapi juga memiliki beberapa fungsi sosial dan ekonomi lain.
"Jangan kira danau hanya urusan piknik, di danau ada masjid, restoran, tempat riset. Jadi dapat dimanfaatkan secara maksimal," imbuhnya.
Pada kesempatan itu juga kang Emil menjawab pertanyaan mengenai penetapan Rumah Cimanggis menjadi situs sejarah, rumah yang dibangun oleh Gubernur Jenderal ke-29 Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Petrus Albertus van der Parra, pada 1975, baru-baru ini didorong untuk ditetapkan sebagai situs sejarah. Menurutnya, untuk menetapkan sebuat bangunan menjadi situs sejarah ada berbagai tahapan.
"Bangunan lebih dari 50 tahun baru bisa ditetapkan sebagai cagar budaya, selain itu ada peristiwa bersejarah di tempat tersebut. solusinya harus ada yang menetapkan karena tua. Harusnya bisa dilestarikan, bahaynya jika kota tidak melestarikan cagar budaya," demikian Kang Emil.
[nes]