Hal ini dirasakan Anies saat berjalan bersama penyandang disabilitas dari Halte Sarinah menuju Perpusnas, pada Sabtu (10/3). Perjalanan Anies ini dalam rangka HUT ke-6 Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT).
Dalam Akun Instagramnya Anies mengunggah foto-foto perjalanannya. Ia juga menceritakan pengalamannya berjalan bersama penyandang disabilitas di trotoar jalan MH Thamrin.
Meski trotoar sudah diperlebar, namun masih ada saja hambatan bagi penyandang disabilitas dalam berjalan di trotoar tersebut. Mulai dari lubang utilitas di trotoar yang membahayakan tunanetra, jalan keluar-masuk gedung perkantoran yang memakan trotoar dan dibuat terlalu miring sehingga menjadi risiko bagi pengguna kursi roda.
Belum lagi, sambung Anies kaca loket transportasi umum yang terlalu gelap dan membuat penyandang tunarungu tidak bisa membaca bibir petugas.
"Semua ini harus kita akui, dan selanjutnya harus berhenti dan berubah," ujarnya dalam akun Instagram pribadinya
@aniesbaswedan, Sabtu (10/3).
Lebih lanjut Anis berkomitmen bahwa Pemprov DKI bakal menjalankan bagian tugasnya, yakni memberikan keadilan akses pada semua dengan mendengar dan melibatkan langsung para penyandang disabilitas.
Sebelum menutup pernyataannya, Anies juga mengucapkan selamat ulang tahun bagi JBFT.
Menurutnya pengalaman merasakan kurangnya akses disabilitas dan beratnya menjalani apa yang dirasakan penyandang disabilitas setiap hari, perlu dirasakan juga oleh semua masyarakat Jakarta, agar bisa mendorong dan mewujudkan kota ramah bagi semua, tanpa kecuali.
"Semoga Jakarta benar-benar menjadi kota yang
barrier free. Terima kasih untuk pengalaman hari ini," tutup Anies.
[nes]