Kata Istri Emil, Perempuan Turut Berperan Penting Dalam Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 09 Maret 2018, 00:14 WIB
Kata Istri Emil, Perempuan Turut Berperan Penting Dalam Politik
Atalia dan Emil/Net
rmol news logo Perempuan berperan penting dalam sebuah proses percaturan politik, termasuk pemilihan kepala daerah. Namun demikian, masih sedikit media yang menggambarkan peran perempuan yang kebetulan suaminya maju menjadi kepala daerah.

Hal itu sebagaimana diutarakan istri calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (8/3).

Atalia sendiri kerap kali terlihat mendampingi suaminya saat kampanye. Bahkan wanita yang kerap disapa ‘Si Cinta’ ini punya jadwal blusukan dan tim kampanye sendiri, yang terpisah dari sang suami.

Dia ikut blusukan dan mendengarkan keluhan masyarakat. Ia pun tidak canggung saat harus berbicara di depan publik. Khusus kemarin (Rabu, 7/3), Atalia bareng dengan suaminya, Ridwan Kamil saat berkampanye di Cirebon.

“Senang banget, sebagai istri yang biasanya blusukan sendirian, karena saya blusukan di titik-titik yang berbeda, hari ini bisa mendampingi Kang Emil kampanye. Kehadiran saya membuat Kang Emil semakin bersemangat,” jelasnya.

“Kehadiran saya itu sebenernya tidak selalu untuk urusan bagaimana agar Kang Emil bisa merangkul lebih banyak warga, tapi juga bagaimana saya menempatkan diri sebagai seorang pendengar yang baik bagi Kang Emil," sambungnya.

Setiap suami, lanjut Atalia, membutuhkan sang istri. Salah satunya untuk berbagi cerita. Termasuk untuk dimintai saran saat berkampanye.

“Karena Kang Emil dalam perjalanan itu selalu cerita, apa sih yang harus dilakukan ke depan, program-program tambahan, mimpi-mimpi apa yang ingin ia wujudkan jika terpilih sebagai gubernur nantinya,” lanjut Atalia.

Selain sebagai amunisi penambah semangat, kehadirannya juga bisa adalah untuk mewakili Kang Emil saat tak menghadiri suatu tempat karena jadwal kampanye yang padat.

"Seperti di desa gerabah tadi, ada warga yang sudah siap berkumpul, tapi Kang Emil tidak memungkinkan karena waktunya sudah harus ke tempat lain, jadi saya bisa masuk ke sana, sedikit mengobati masyarakat agar tidak kecewa,” katanya.

Atalia memahami bahwa dalam masa pilkada ini tantangan yang dihadapi Kang Emil cukup berat dan penuh dengan tekanan. Meski begitu, ia tetap berusaha mendorong agar seluruh tim pendukung kampanye tetap solid dan bersemangat. Menurutnya soliditas tim kampanye  dimulai dari keluarga.

“Pemilu ini sangat berat ya, saya salut kepada kandidat manapun baik itu calon Bupati, Walikota, Gubernur, sampai Presiden, ini momen yang tidak mudah, maka oleh karena itu, peran tim sangatlah penting. Nah soliditas tim itu berawal dari keluarga, tidak hanya istri tapi juga orang tua, kakak-adik dan anggota keluarga lainnya," tegasnya.

Terlebih, peran istri menurut Atalia menjadi penting karena harus senantiasa menjadi yang pertama dalam mendukung suami menghadapi masa-masa berat dan penuh tekanan ini. Oleh karena itu, Atalia juga senantiasa mengapreasiasi peran para istri, dalam mendukung kegiatan para suami.

Atalia mengaku, keikutsertaanya dalam kegiatan kampanye ini adalah inisiatif diirinya dan tidak ada paksaan dari Kang Emil untuk ikut terjun membantu sosialisasi. Keikutsertaannya dalam kampanye merupakan bukti rasa cintanya kepada suami yang datang dari hati. Selian itu, blusukan menurut Atalia adalah kegiatan kesukaannya.

“Sejak 2013 ketika Pilwalkot saya sudah terbiasa. Saya melakukan ini (blusukan) dari hati, jadi bukan karena terpaksa tapi saya suka, saya istri walikota jadi saya terbiasa untuk blusukan kemana-mana, saya terbiasa untuk berbicara di depan publik, saya terbiasa untuk turut terlibat dalam memahami persoalan yang ada di masyarakat," ungkapnya.

Dalam peringatan Hari perempuan internasional hari ini, Atalia mengajak seluruh perempuan di Jawa Barat untuk terlibat aktif dalam pilkada serentak 2018. Tak hanya dengan hadir dalam kegiatan kampanye, juga nanti pada saat pelaksanaan pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018. Caranya dengan datang ke TPS dan mencoblos.

“Saya harap pilkada serentak tahun 2018 ini, khususnya pilgub di Jawa Barat dapat berjalan kondusif, jadi kita mampu berkompetisi dalam hal prestasi, hal-hal yang buruk yang sudah kita lihat di pilkada masa lalu mudah-mudahan tidak terjadi di Jawa Barat, saya harap bisa kondusif, aman dan masyarakatnya bisa mendapat pendidikan politik yang baik,” tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA