Ketum PB HMI Terpilih Diduga Langgar Kesepakatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 28 Februari 2018, 03:51 WIB
Ketum PB HMI Terpilih Diduga Langgar Kesepakatan
Foto/Repro
rmol news logo Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) terpilih, Saddam Al Jihad, diduga melanggar kesepakatan dengan kandidat lain, dalam hal ini Ilham Akbar Mustofa.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Koordinator Pemenangan Ilham Akbar Mustofa, Ahan Syahrul Arifin. Menurut Ahan, dalam kesepakatan awal, kubu Ilham akan dilibatkan dalam pembentukan pengurus, namun setelah Saddam terpilih kesepakatan tersebut sama sekali tidak dijalankan.

"Yang jelas, Ilham dan saya tidak dilibatkan dalam musyawarah penetuan Mide Formatur itu. Dengan tidak melibatkan Ilham Akbar Mustafa dalam proses penentuan Mide Formatur, tetunya ada indikasi pelanggaran komitmen," tegas Ahan Syahrul Arifin, melalui pernyataan persnya, Rabu (28/2).

Ahan menjelaskan bahwa Saddam menjadi Ketum HMI pada Kongres ke-30 di Ambon, Maluku, beberapa hari lalu. Sebelum menjadi juara, Saddam dan 11 calon Ketua Umum dan mentor membuat kesepakatan. "Kesepakatan Poros" tersebut ditandatangani Saddam, seluruh kandidat, dan mentor.

Adapun salah satu isi kesepakatan itu adalah peraih suara terbanyak kedua menjadi Sekretaris Jenderal dan penentuan Mide Formatur dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan kandidat dan mentor.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Saddam diketahui mendapatkan 96 suara. Di bawahnya, ada Ilham Akbar Mustofa 45 suara dan Asep Salahuddin 34 suara.

"Saya berharap, Sadam dan kandidat lain mematuhi kesepakatan dan menjaga komitmen, termasuk soal posisi Sekretaris Jenderal. Dalam pemilihan Ilham Akbar Mustafa mendapatkan perolehan suara terbanyak kedua. Dengan menjaga komitmen, berarti Saddam dan pihak-pihak terkait sudah berintegritas," pungkas Ahan. [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA