Anas Beberkan Layanan Publik Banyuwangi Di Hadapan Pemda Se-Bali

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 28 Februari 2018, 00:09 WIB
Anas Beberkan Layanan Publik Banyuwangi Di Hadapan Pemda Se-Bali
Foto/RMOL
rmol news logo Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas hadir dalam penyelenggaraan Bali Otonomi Award yang pertama kali digelar pada tahun ini di Quest Hotel, Denpasar, Selasa (27/2).

Kehadiran Anas untuk menjadi narasumber utama dalam seminar yang dihadiri oleh pemerintah daerah dan kota se-Provinsi Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Anas mengupas tentang berbagai inovasi pelayanan publik dan visi kepemimpinan daerah yang melayani. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, diperlukan dua hal penting yang harus dilaksanakan.

"Pertama, harus memetakan terlebih dahulu permasalahan yang ada, baru kemudian menentukan skala prioritas. Dari hal tersebutlah, lantas kita bekerja untuk memberikan pelayanan," terang Anas.

Dari dua hal tersebut, kemudian Banyuwangi membuat berbagai inovasi. Secara garis besar, inovasi tersebut meliputi pengembangan sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kami buat sistem, karena tanpa sistem yang inovatif pasti akan sangat kesulitan. Kamikembangkan e-village budgeting, e-monitoring dan lainnya untuk mengontrol kinerja kami," tuturnya.

Selain itu, inovasi juga dikembangkan dalam sektor SDM yang merupakan elemen penting dalam melaksanakan semua inovasi dan kebijakan Pemda.

"Bagi para PNS, kami berikan insentif, dan kepada masyarakat kami kembangkan mindset yang baru," jelas Anas.

Sementara itu, menurut peneliti Bali Institute of Pro-Otonomi (BIPO) Putu Darmanu, spirit inovasi yang dikembangkan oleh Banyuwangi cukup relevan untuk ditiru oleh pemda di seluruh Provinsi Bali.

Menurut Putu inovasi yang dikembangkan oleh pemda masih bersifat sektoral dan belum menyeluruh.

"Di Banyuwangi ini menarik, inovasinya tidak sektoral per-OPD, tapi lintas sektoral. Sehingga dampaknya akan sangat besar," ujarnya.

Anggota DPD RI dari Bali Kadek Arimbawa juga mengapresiasi upaya Pemda Banyuwangi dalam membuat regulasi yang melindungi masyarakat lokal. Seperti pelarangan minimarket berjejaring dan pembatasan hotel di lingkungan wisata dengan mengedepankan hotel berbasis masyarakat.

"Kebijakan ini perlu ditularkan kepada para pemangku kebijakan di Bali," tegasnya.

Bali Otonomi Award tersebut mengukur penyelenggaraan inovasi pemerintah daerah yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Tabanan. [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA