Terkait wacana pembenÂtukan TGPF, pemerintah minta supaya tidak didesak-desak seperti sekarang ini. Tanggapan Anda?Begini, Polri ini kan banyak tugas yang lain juga. Sehingga menurut saya dia perlu dibantu untuk melakukan investigasi, supaya kasus ini bisa terungkap. Oleh karena itu menurut hemat saya perlu dibentuk TGPF. Tim ini lah yang nanti membantu kepolisian untuk menemukan pelaku.
Nanti toh pada akhirnya meÂmang Polri yang akan diserahÂkan (untuk menindaklanjuti hasil penyelidikan TGPF). Karena kan proses justicia-nya harus di Polri, penyidikannya harus kemÂbali ke sana karena pidana. Tapi menurut saya harus ada yang bantu kepolisian untuk ungkap kasus ini. Karena itu tadi, kepoliÂsian banyak tugasnya, banyak kasus yang harus ditangani, jadi sebaiknya dibantu. Siapa yang bantu? Ya TGPF itu tadi.
Memangnya menurut Anda kalau tidak dibantu, polisi tidak akan sanggup menunÂtaskan kasus ini?Bukan begitu, tapi kalau tidak dibantu nanti penyelesainya akan lama. Karena itu tadi, tugas polisi banyak, tidak hanya meÂnangani kasus Novel saja kan. Makanya harus ada yang bantu, dalam hal ini dengan membenÂtuk TGPF.
Berarti wacana pembentuÂkan TGPF ini bergulir bukan lantaran kepolisian loyo dalam menangani kasus ini?Bukan, menurut saya cuma karena kepolisian banyak tuÂgasnya, banyak kasus yang harus ditangani, tidak hanya kasus Novel. Oleh karena itu perlu dibantu. Menurut saya begitu. Bagaimana caranya? Ya, itu tadi, dengan membentuk TGPF. Nanti TGPF kerja sama dengan polisi dalam menangani kasus ini.
TGPF nanti akan kasih inÂformasi yang didapat kepada kepolisian supaya cepat penyeÂlesaiannya. Logikannya kan semakin banyak orang terlibat untuk menginvestigasi, kemungÂkinannya akan semakin gamÂpang terungkap kasusnya. Makin banyak yang dilibatkan dalam investigasi, maka makin banyak yang ditemukan. Logikan sederÂhananya kan begitu.
Anda yakin sekali dengan dibentuknya TGPF kasus ini bisa tuntas?Saya yakin kalau TGPF ini bisa kerja sama dengan polisi dengan baik. Kalau dia bisa salÂing support, pasti akan berhasil (mengungkap kasus Novel). Karena kasus yang terjadi di Indonesia kan banyak, bukan cuma Novel.
Tapi belajar dari pengalaÂman, hasil investigasi TGPF itu kan kerap tidak ditindakÂlanjuti oleh pemerintah?Memang kalau belajar dari TGPF kasus lainnya ada yang tidak berhasil. Tapi kan kita tidak tahu kalau tidak mencoba. Siapa tahu ini jadi solusi. Kita coba saja dulu, jangan terburu-buru bilang tidak akan berhasil. Karena kalau tidak dicoba nanti juga takutnya jadi berlarut-larut. Kalau berlarut-larut khawatir kejadian semacam ini bisa teruÂlang. Kalau tidak ditemukan pelakunya kan berpotensi teruÂlang. Pegawai KPK nanti bisa jadi sasaran terus. Itu kan harus kita cegah.
Kenapa Anda bilang beÂgitu?Karena faktanya kasus semacam ini sudah terjadi beberapa kali. Contohnya waktu sebelum saya masuk ke KPK, waktu zamannya Pak Busyro itu ada kasus penyerangan terhadap pegawai KPK. Ada penyidik KPK yang ditabrak dengan sengaja, dan tidak terungkap pelakunya. Kemudian kalau kita ingat juga ada kasus yang menimpa aktivis anti-korupsi Tama S Langkun. Kasus itu kan juga sampai hari ini tidak terungkap. Akhirnya apa? Terjadilah kasus penyeranÂgan terhadap Novel.
Kalau misalnya kasus di masa lalu terungkap, apa yang menÂimpa Novel tidak akan terjadi. Jadi kalau kasus Novel tidak terungkap, saya khawatir akan terjadi lagi kepada pegawai KPK lainnya. Bahkan bisa saja selanjutnya yang kena adalah pimpinan KPK. Karena sudah ada fakta di masa lalu bahwa hal ini bisa terulang. Maka ituÂlah perlunya membentuk TGPF, agar dia bisa konsentrasi penuh untuk mengusutnya.
Menurut Anda siapa yang pas jadi anggota TGPF nantinyajika pemerintah mau membentuknya?Oh itu nanti terserah bagaimaÂna pemerintah, kan mereka yang membentuknya. Terserah dari Presiden nanti yang membenÂtuknya. Dia bisa bekerja sama dengan KPK untuk merumuskan syarat-syaratnya.
Menurut Anda dari unsur Polri sebaiknya disertakan atau tidak?Terserah saja, asalkan dia kredibel ya tidak masalah. Dia bisa saja masuk asalkan kredibel. Karena kan itu yang penting.
Tapi bukankah Novel perÂnah menduga ada oknum jenÂderal polisi yang ikut terlibat dalam kasus yang menimpa dia. Bagaimana dong kalau begitu? Itu kan baru spekulasi. Kita enggak boleh menduga-duga begitu, karena belum ada bukÂtinya kan. Jadi menurut saya, siapa saja bisa terlibat dalam tim itu. Yang penting tim itu sifatnya independen, dan dia bertanggungjawab langsung kepada Presiden.
Seandainya TGPF jadi dibentuk, menurut Anda sebaiknya penyelidikan di kepolisian tetap jalan atau diserahkan ke TGPF saja?Dua-duanya bisa jalan. Artinya, kalau TGPF ini kan dia konsentrasi penuh mengungkap kasus ini. Kalau kepolisian kan mungkin dia kekurangan sarana dan prasarana, terus dia banyak tugas lain, jadi dia tidak bisa terlalu maksimal. Tapi kalau tim ini dibentuk karena tugasnya khusus cuma menangani kasus ini, dia bisa lebih maksimal. Pembentukan tim semacam ini kan sudah pernah dilakukan di beberapa kasus.
Artinya sudah ada contoh keduanya bisa jalan. Dan saya pun mendorong agar keduanya berjalan dan bisa saling melengÂkapi, supaya kasus ini segera terungkap. Karena penuntasan kasus ini sangat penting bagi pemberantasan korupsi.
Desakan agar pemerintah segera membentuk TGPF ini sebenarnya sudah ada sejak awal kasus Novel terjadi lebih dari 10 bulan lalu, tapi toh hingga kini belum juga dibentuk. Menurut Anda apakah ini karena peÂmerintah kurang serius dalam menyikapi kasus ini ?Mungkin karena pada saat itu masih baru terjadi, jadi dirasa belum terlalu urgen. Kalau sekaÂrang kan sudah lama, jadi saya pikir sudah saatnya. Kalau dulu kan belum saatnya. ***
BERITA TERKAIT: